| Kata Pengantar |
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga buku berjudul “Crowdfunding Jurnalistik: Peran Masyarakat dan Kompetensi Wartawan” ini dapat diselesaikan dengan baik. Buku ini hadir sebagai respons atas perkembangan media digital yang mengubah cara kerja, pendanaan, serta relasi antara jurnalis dan masyarakat. Di tengah merosotnya pendapatan media konvensional dan meningkatnya kebutuhan informasi yang cepat, akurat, dan independen, praktik crowdfunding menjadi salah satu alternatif pendanaan yang semakin relevan bagi keberlanjutan jurnalisme modern.
Buku ini membahas secara komprehensif dinamika crowdfunding dalam ekosistem media, peran aktif masyarakat sebagai pendukung produksi berita, serta tantangan kompetensi wartawan agar tetap profesional dalam era partisipatif ini. Kehadiran publik sebagai donatur maupun kolaborator informasi menuntut model hubungan baru yang lebih transparan, etis, dan akuntabel. Di sisi lain, wartawan dituntut untuk meningkatkan kualitas kerja, kepekaan sosial, serta integritas dalam mengelola dukungan publik tanpa mengorbankan independensi editorial.
Penulis berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, praktisi media, organisasi masyarakat sipil, serta semua pihak yang tertarik pada transformasi jurnalisme digital. Selain menggali konsep dan teori, buku ini juga dilengkapi contoh praktik, tantangan, dan prospek pengembangan crowdfunding jurnalisme di Indonesia. Dengan demikian, buku ini diharapkan tidak hanya memperkaya literatur, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekosistem media yang sehat, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Akhir kata, penulis menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, ide, dan masukan dalam proses penyelesaian buku ini. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat dan mendorong perkembangan jurnalisme yang lebih inklusif dan berkelanjutan di era digital
|
| Sinopsis |
Buku Crowdfunding Jurnalistik: Peran Masyarakat dan Kompetensi Wartawan menghadirkan kajian komprehensif tentang bagaimana model pendanaan berbasis publik atau crowdfunding dapat menjadi solusi alternatif atas krisis media yang melanda industri pers, baik di tingkat global maupun nasional. Di tengah tekanan ekonomi, disrupsi digital, serta melemahnya independensi redaksi akibat ketergantungan pada iklan dan kepentingan pemilik modal, crowdfunding menawarkan paradigma baru: jurnalisme yang didanai, dijaga, dan dimiliki oleh publiknya sendiri.
Melalui pendekatan teoritis, studi global, analisis konteks Indonesia, serta temuan penelitian lapangan di Kota Pekanbaru, buku ini mengurai bagaimana masyarakat dapat berperan sebagai “investor sosial” yang mendukung keberlanjutan media dan peningkatan kompetensi wartawan. Model pendanaan publik tidak hanya memperkuat kesejahteraan jurnalis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan, transparansi, dan hubungan yang lebih sehat antara media dan audiens.
Buku ini juga membahas kerangka hukum crowdfunding di Indonesia, tantangan regulasi, peluang inovasi, serta pentingnya sinergi antara jurnalis, masyarakat, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem media yang berkelanjutan. Dengan menempatkan nilai gotong royong digital sebagai fondasi, buku ini menawarkan model kunci masa depan: jurnalisme kolaboratif yang berakar pada partisipasi publik dan kearifan lokal.
Melalui pemaparan yang lugas dan berbasis riset, buku ini menjadi rujukan penting bagi akademisi, mahasiswa komunikasi, jurnalis, pegiat media, pembuat kebijakan, serta siapa pun yang peduli terhadap masa depan pers dan demokrasi di Indonesia.
|
| Daftar Pustaka |
Anderson, C. W., Bell, E., & Shirky, C. (2012). Post-industrial journalism: Adapting to the present. Tow Center for Digital Journalism, Columbia University.
Beckett, C. (2017). Collaborative journalism: Solutions for journalism in a post-truth world. London School of Economics and Political Science.
Bowman, S., & Willis, C. (2003). We media: How audiences are shaping the future of news and information. The Media Center at API.
Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
Christensen, C. M., Skok, D., & Allworth, J. (2012). Breaking news: Mastering the art of disruptive innovation in journalism. Nieman Lab.
Deuze, M. (2005). What is journalism? Journalism, 6(4), 442–464.
Deuze, M. (2012). Media life. Polity Press.
Eisenstein, E. (2015). Introduction to crowdfunding: Putting the pieces together. The Journal of Business.
Fuchs, C. (2014). Social media and the public sphere. SAGE.
Gillmor, D. (2004). We the media: Grassroots journalism by the people, for the people. O’Reilly Media.
Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere. MIT Press.
Hanitzsch, T., & Vos, T. P. (2017). Journalistic roles and the struggle over institutional identity. Communication Theory, 27(2), 115–135.
Harcup, T. (2015). Journalism: Principles and practice (3rd ed.). SAGE.
Howe, J. (2008). Crowdsourcing: Why the power of the crowd is driving the future of business. Crown Business.
Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.
Jenkins, H., Ford, S., & Green, J. (2013). Spreadable media: Creating value and meaning in a networked culture. NYU Press.
Kovach, B., & Rosenstiel, T. (2014). The elements of journalism: What newspeople should know and the public should expect (3rd ed.). Three Rivers Press.
Lewis, S. C., & Usher, N. (2014). Code, collaboration, and the future of journalism. Digital Journalism, 2(3), 383–393.
Mollick, E. (2014). The dynamics of crowdfunding. Journal of Business Venturing, 29(1), 1–16.
Napoli, P. M. (2011). Audience evolution: New technologies and the transformation of media audiences. Columbia University Press.
Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.
Pavlik, J. V. (2013). Innovation and the future of journalism. Digital Journalism, 1(2), 181–193.
Pickard, V. (2020). Democracy without journalism? Confronting the misinformation society. Oxford University Press.
Rheingold, H. (2003). Smart mobs: The next social revolution. Basic Books.
Rosen, J. (2006). The people formerly known as the audience. PressThink.
Schiffrin, A. (2017). In the service of power: Media capture and the threat to democracy. CIMA.
Shirky, C. (2008). Here comes everybody: The power of organizing without organizations. Penguin.
Singer, J. B., Hermida, A., Domingo, D., Heinonen, A., Paulussen, S., Quandt, T., Reich, Z., & Vujnovic, M. (2011). Participatory journalism: Guarding open gates at online newspapers. Wiley-Blackwell.
Sudibyo, A. (2019). Tarung digital: Propaganda, hoaks, dan demokrasi. PT Gramedia.
Tambini, D. (2020). Media independence: Theory and practice. Oxford University Press.
Ward, S. J. A. (2015). The invention of journalism ethics: The path to objectivity and beyond. McGill-Queen’s University Press.
Wijayanto. (2013). Oligarki media di Indonesia. LKiS.
Wright, S., & Street, J. (2017). Publics, platforms and journalists: The transformation of news. Media, Culture & Society, 39(7), 981–998.
Yamamoto, M., & Nah, S. (2018). Public participation and civic engagement in journalism. Journalism & Mass Communication Quarterly, 95(1), 78–100.
|
Reviews
There are no reviews yet.