Mengayuh Jalur, Merajut Keluarga

Lainnya

Mengayuh Jalur, Merajut Keluarga

Oleh Juswandi

Cetak

Rp 6.000

E-Book (Digital)

Rp 15.000

Tertarik Membaca Buku Ini?

Buku akan dikirim instan (jika e-book) atau via Ekspedisi (Cetak).

Spesifikasi Buku

ISBN Sedang Diproses
Halaman 87 Hal
Terbit Mar 2026
Bahasa Indonesia
Buku “Mengayuh Jalur, Merajut Keluarga” mengisahkan perjalanan seorang individu atau keluarga dalam menyeimbangkan kehidupan sehari-hari, tanggung jawab keluarga, dan aspirasi pribadi melalui metafora perjalanan bersepeda atau “mengayuh jalur”. Setiap bab menyoroti dinamika hubungan antaranggota keluarga, tantangan komunikasi, dan strategi membangun kebersamaan dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, atau teknologi. Dengan pendekatan naratif yang hangat dan reflektif, buku ini menekankan nilai-nilai solidaritas, kesabaran, kerja sama, dan penguatan ikatan keluarga. Pembaca diajak untuk merenungkan pentingnya peran setiap anggota keluarga dalam membentuk lingkungan yang harmonis, sekaligus menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab. Selain sebagai kisah inspiratif, buku ini juga menyajikan strategi praktis dalam membangun komunikasi keluarga yang efektif, manajemen konflik, serta menyeimbangkan karier dan kehidupan pribadi. Buku ini relevan bagi orang tua, anak muda, pendidik, maupun siapa saja yang ingin memperkuat kualitas hubungan keluarga sambil menghadapi dinamika kehidupan modern.
  1. Departemen Agama RI. (2005). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.
  2. Al-Bukhari, M. I. (1997). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Fikr.
  3. Muslim, I. H. (2000). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.
  4. Al-Ghazali. (2002). Ihya Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.
  5. Asy-Syatibi, A. I. (1997). Al-Muwafaqat fi Usul al-Syari’ah. Beirut: Dar al-Ma’rifah.
  6. Jasser Auda. (2008). Maqasid al-Shariah: A Beginner’s Guide. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT).
  7. Madjid, N. (1992). Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.
  8. Qardhawi, Y. (2007). Fiqh Maqashid Syari’ah: Moderasi Islam antara Aliran Tekstual dan Liberal. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.
  9. Amiruddin, A. (2019). Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Islam. Yogyakarta: Deepublish.
  10. Azizah, N. (2020). “Indikator Ketahanan Keluarga Muslim dalam Perspektif Sosiologi.” Jurnal Sosiologi Reflektif, 14(2), 251–270.
  11. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2017). Indeks Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Indonesia. Jakarta: BKKBN.
  12. Mufidah, C. (2018). Psikologi Keluarga Muslim. Malang: UIN Maliki Press.
  13. Umar, N. (2010). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.
  14. Effendy, T. (2014). Adat dan Budaya Melayu Riau. Pekanbaru: UNRI Press.
  15. Febrianto, D. (2018). “Pacu Jalur sebagai Identitas Budaya Kuantan Singingi.” Jurnal Ilmu Budaya, 6(1), 45–59.
  16. Hermawan, R. (2016). Warisan Budaya Tak Benda di Riau.
  17. Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
  18. Lubis, M. (2015). “Makna Sosial dan Filosofi Pacu Jalur bagi Masyarakat Kuantan Singingi.” Jurnal Antropologi Indonesia, 36(2), 123–136.
  19. Setiawan, A. (2017). Kebudayaan Melayu di Riau. Pekanbaru: Pusat Kajian Melayu Riau.
  20. Durkheim, E. (1984). The Division of Labour in Society. New York: Free Press.
  21. Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
  22. Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster
Juswandi
Penulis

Buku Sejenis