Konflik Kerja–Keluarga dan Kualitas Hidup: Tinjauan Psikologis tentang Stres Kerja, Emosi, dan Dukungan Sosial mengulas secara komprehensif dinamika hubungan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan keluarga yang semakin kompleks pada era modern. Perubahan pola kerja, meningkatnya persaingan profesional, perkembangan teknologi, serta tuntutan peran yang semakin beragam menjadikan individu harus mampu menyeimbangkan tanggung jawab sebagai pekerja sekaligus sebagai anggota keluarga. Ketidakseimbangan tersebut sering kali memunculkan konflik kerja–keluarga (work–family conflict) yang berdampak terhadap kesehatan psikologis, kesejahteraan, dan kualitas hidup.
Buku ini menyajikan pembahasan mendalam mengenai konsep konflik kerja–keluarga dari berbagai perspektif psikologi, mulai dari definisi, dimensi, faktor penyebab, hingga konsekuensinya terhadap individu maupun organisasi. Pembaca diajak memahami bagaimana tekanan pekerjaan yang berkepanjangan dapat memicu stres kerja, memengaruhi regulasi emosi, menurunkan kepuasan hidup, serta mengganggu hubungan interpersonal di lingkungan keluarga maupun tempat kerja. Berbagai teori psikologi kontemporer dipadukan dengan hasil penelitian empiris untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai fenomena tersebut.
Selain membahas dampak negatif konflik kerja–keluarga, buku ini juga mengangkat pentingnya dukungan sosial sebagai salah satu faktor protektif yang mampu mengurangi tekanan psikologis. Dukungan yang berasal dari pasangan, keluarga, rekan kerja, atasan, maupun organisasi terbukti berperan dalam meningkatkan kemampuan individu menghadapi tuntutan pekerjaan dan kehidupan keluarga secara lebih adaptif. Melalui pembahasan yang sistematis, buku ini menjelaskan bagaimana dukungan sosial mampu memperkuat resiliensi, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta menjaga kualitas hidup individu dalam berbagai situasi.
Pembahasan dalam buku ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga menampilkan berbagai hasil penelitian, model konseptual, ilustrasi kasus, serta implikasi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Berbagai strategi pengelolaan stres, penguatan regulasi emosi, pengembangan keseimbangan kehidupan kerja (work–life balance), serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat dibahas secara aplikatif sehingga dapat menjadi acuan bagi individu maupun organisasi.
Keunggulan buku ini terletak pada penyajiannya yang mengintegrasikan teori psikologi dengan temuan-temuan penelitian mutakhir mengenai hubungan antara konflik kerja–keluarga, stres kerja, emosi, dukungan sosial, dan kualitas hidup. Dengan pendekatan multidisiplin, buku ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya keseimbangan antara kehidupan profesional dan kehidupan keluarga sebagai salah satu fondasi kesejahteraan individu.
Buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi psikologi, konselor, profesional sumber daya manusia, pimpinan organisasi, pembuat kebijakan, maupun masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan mental dan kesejahteraan pekerja. Selain menjadi referensi akademik, buku ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan pelatihan, program peningkatan kesejahteraan karyawan, layanan konseling, serta penelitian lanjutan mengenai psikologi kerja dan keluarga.
Melalui buku ini, pembaca diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya mengelola konflik kerja–keluarga secara efektif, membangun regulasi emosi yang sehat, memanfaatkan dukungan sosial secara optimal, serta menciptakan keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga demi terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu psikologi serta menjadi referensi yang bermanfaat dalam mendukung terciptanya individu, keluarga, dan organisasi yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.
Rahmi Dwi Febriani
Editor
Hayu Stevani
Penulis Utama
Imanuel Hitipeuw
Penulis Utama
Nila Zaimatus Septiani
Penulis Utama